Selamat Datang di Blog Majuko Pinrang

Mariki.........

Senin, 27 April 2009

MAHASISWA SEMESTER AKHIR

Aku adalah mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi negeri yang ada di kota Bandung. Sebenarnya aku tidak ingin melanjutkan kuliah karena kondisi ekonomi kami yang hanya pas-pasan, namun dorongan pamanku yang menyebabkanku ikut-ikutan juga untuk mendaptar UMPTN. Entah bagaimana caranya panitia pemeriksa UMPTN menganggap aku layak diterima sebagai salah satu orang yang beruntung, untuk diterima di Perguruan tinggi negeri. Padahal pada waktu ujian, saya mengisi lembaran jawaban bagaikan kocokan arisan ibu-ibu RT. Saya mengikuti ujian itu hanya untuk menyenangkan hati paman yang sangat menginginkanku sekolah tinggi………. Yah…aku adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan Akuntansi yang masih enggan untuk lulus.
Bukannya aku tidak kasihan dengan perjuangan Ibu dan paman yang selama ini sudah bersusah payah untuk menyekolahkanku, namun kejadian enam bulan lalu yang menyebabkanku untuk tetap bertahan menyandang predikat mahasiswa. Rudi teman karibku yang tinggal didepan rumahku nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri dibelakang rumahnya. Rudi teman karibku yang merupakan alumni salah satu sekolah terbaik di negeri ini sudah frustasi dengan predikat pengangguran yang disandangnya. Sudah beratus lamaran yang dikirim selama dua tahun terakhir ini, tapi hasilnya nihil. Kalau ada panggilan kerja yang datang, paling hanya untuk dijadikan sales door to door. Belum sempat kita mengetuk pintu rumah untuk menawarkan barang, anjing herder sudah menggonggong di belakang kita. Atau yang punya rumah sudah sangat piawai menghadapi sales, sehingga sudah punya jurus jitu untuk mengahadapi sales.
“ maaf dik yang punya rumah sudah berangkat kerja, disini saya hanya pembantu”. Tolak ibu itu sambil membungkuk, berusaha menahan beratnya kalung emas yang ada di lehernya. Rela mengaku sebagai pembantu, asal sang sales pergi meninggalkan rumah dengan segera.
“maaf dik, baru saja kemarin saya beli alat yang gituan. Coba datangnya kemarin-kemarin, mungkin punya adik yang saya beli”. Kata mereka dengan penolakan halus.
Kasihan Si Rudi yang harus mengakhiri hidupnya seperti itu, sayang tali yang dipakai untuk bunuh diri adalah tali jemuran saya yang ada didepan rumah. Sehingga pada waktu itu saya harus menumpang di tetangga untuk menjemur pakaian selama beberapa hari. “ Rudi…Rudi…kenapa tali jemuranku yang kau pakai “
Yah…untuk itu aku masih tetap bertahan dulu untuk menjadi mahasiswa. Negeri kami sedang dilanda masa defresi, perekonomian yang morat-marit, hati nurani dalam demokrasi yang diperhadapkan dengan segepok uang, dan berbagai macam persoalan yang membuat kita terpaksa geleng-geleng kepala (tanda tak mengerti !!!).


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Archithings. Powered by Blogger